Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Hamil Dalam Melakukan Pemeriksaan Test HIV Di Puskesmas Ibrahim Adji Bandung 2019
pdf (Bahasa Indonesia)

Keywords

Tes HIV, Kehamilan perempuan Tes HIV, Kehamilan perempuan

Abstract

Sejak tahun 2000 Indonesia telah memasuki klasifikasi endemik terkonsentrasi untuk infeksi HIV. Hingga saat ini penderita HIV-AIDS telah dilaporkan sebanyak 341 kabupaten / kota dari 497 kabupaten / kota di 33 provinsi. Seiring dengan meningkatnya proporsi HIV pada perempuan (28%), terjadi peningkatan jumlah kumulatif AIDS pada ibu rumah tangga dari 172 pada tahun 2004 menjadi 3368 sampai dengan Juni 2012. Begitu pula dengan jumlah kumulatif anak dengan AIDS yang tertular HIV dari mereka. Jumlah ibu meningkat dari 48 orang pada tahun 2004 menjadi 912 sampai dengan Juni 2012. Berdasarkan wawancara awal diketahui bahwa berbagai faktor dapat mempengaruhi penerimaan ibu hamil terhadap tes HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu hamil dalam melakukan tes HIV. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 116 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (72,4%) tidak menerima tes HIV. Faktor yang ditemukan berhubungan dengan penerimaan tes HIV oleh ibu hamil adalah faktor pekerjaan, pengetahuan dan dukungan suami, sedangkan faktor usia, pendidikan, paritas, dan dukungan tenaga kesehatan tidak berhubungan signifikan dengan penerimaan tes HIV. Tes HIV oleh wanita hamil. Alasan untuk menerima tes tersebut adalah karena rasa penasaran akan status HIV-nya saja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara pekerjaan, pengetahuan dan dukungan suami dengan penerimaan tes HIV oleh ibu hamil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi petugas kesehatan dalam pelayanan antenatal care dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian selanjutnya

https://doi.org/10.52221/jurkes.v6i1.57
pdf (Bahasa Indonesia)